
Pengalaman baru nih buat saya gimana rasanya di “enjus” bu dokter setelah dari umur 5 tahun nga di “enjus” lagi he he he. sebelumnya mau nyeritain dulu tentang kanker serviks.
Buat kita kaum wanita pasti nga asing dengan istilah kanker serviks yang sekarang lagi hangat di gembar-gemborkan. baik melalui iklan TV maupun di internet. Kanker Serviks yang selama ini kurang populer (artis kalee..) menjadi ancaman yang jarang disadari wanita karena kebanyakan gejala pra kankernya tidak terasa (hampir nggak bergejala) sampai mencapai stadium yang membahayakan. Jadi kebanyakan wanita yang tidak sadar dia mengidap lesi kanker serviks sampai sudah pada stadium berbahaya. Padahal lesi pra kanker serviks sangat mungkin bisa disembuhkan bila terdeteksi sedini mungkin.
Kanker ini dapat menyentuh kehidupan wanita pada saat-saat terpenting dalam hidupnya yaitu antara usia 30-50 tahun. Penyebab Kanker Serviks masih menjadi polemik. Virus HPV (Human Papilloma Virus) yang disinyalir menjadi penyebab utama kanker inipun masih menimbulkan pro dan kontra. Virus ini memiliki hampir 100 jenis tipe tetapi type 16 dan 18 disinyalir merupakan penyebab kanker paling banyak di dunia. Dikatakan disinyalir sekali lagi karena masih pro dan kontra ada ahli yang setuju bahwa HPV penyebab utama kanker serviks tapi banyak juga ahli yang mengatakan bahwa hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut karena pemicunya dapat saja dari sebab yang kompleks.
Beberapa jenis HPV menimbulkan kutil kelamin (disinyalir bukan jenis yang sama dengan yang memicu kanker serviks) tetapi kebanyakan tidak bergejala. Sebenarnya virus memiliki sifat alami untuk bisa sembuh dengan sendirinya. Sekitar 75%-90% infeksi virus ini bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya sekitar 2 persen yang berkembang menjadi kanker. Dari 100 orang yang terkena infeksi, artinya hanya dua orang yang akan berkembang menjadi kanker. Tapi, kita tidak bisa mengetahui siapa yang akan terkena
Ada beberapa faktor yang dapat mempertinggi kemungkinan infeksi HPVberubah menjadi kanker, antara lain :
1. Kebiasaan berhubungan seks yang abnormal
2. Berganti-ganti pasangan,
3. Merokok,
4. Menikah pada usia yang sangat muda serta usia yang semakin tua.
“Bagi wanita yang menikah di usia muda, hubungan seksual dilakukan saat serviks belum matang sehingga mudah ditembus virus. Sedangkan, bagi wanita yang sudah tua, risiko semakin tinggi karena penurunan proses recovery dari sel sehingga lebih mudah ditembus oleh virus,”.
Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks sebenarnya memakan waktu cukup lama, bisa mencapai 10-20 tahun. Sayangnya, proses ini seringkali tidak dirasakan para penderita. Sekali lagi karena proses infeksi HPV kemudian menjadi prakanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.
Mungkin kebanyakan ulasan mengatakan bahwa HPV virus lebih banyak ditularkan melalui hubungan seksual tetapi sebenarnya faktor penularan HPV bisa terjadi pada mereka yang BELUM melakukan hubungan seksual terutama bila tidak menjaga kebersihan atau menggunakan fasilitas yang tidak bersih misalnya fasilitas umum yang terpapar virus ini.
Untuk mencegah kanker serviks bagi wanita yang telah aktif secara seksual cara yang paling efektif adalah dengan rutin melakukan papsmear agar dapat dipantau dan dideteksi bila ada kelainan pada serviks dan organ reproduksi lainnya dapat segera ditangani.
Sementara bagi para gadis (tidak menutup kemungkinan bagi wanita yang sudah aktif seksual juga) untuk mencegah saat ini sedang marak digalakkan vaksin anti kanker servik (anti HPV). Vaksin ini dilakukan melalui 3x penyuntikan di bulan ke-0, Ke-1, dan ke-6. Vaksin ini diyakini dapat membantu mencegah kanker serviks atau bagi mereka yang pernah terpapar HPV juga mencegah terpapar ganda dari HPV jenis lain dan efektif untuk wanita terutama yang belum berhubungan seksual. Disarankan untuk para remaja mulai usia 15 tahun. Tapi di luar negeri katanya sudah diberikan pada gadis remaja usia 9 tahun.
nah berhubung saya masih “ting-ting” maka tidak mungkin saya melakukan papsmear ^_^ jadi setelah membaca banyak literatur dan konsultasi dengan dokter (vaksin ini sudah banyak tersedia di dokter umum, dokter kandungan, dokter SPKK, atau laboratorium) maka saya memutuskan untuk melakukan vaksin. Memang tidak sedikit literatur yang kontra terhadap vaksin ini karena disinyalir ada efek sampingnya. Tetapi setelah berkonsultasi dengan dokter saya memutuskan untuk melakukan vaksin.
Vaksin pertama saya lakukan pada bulan Februari, kemudian yang kedua bulan Maret dan yang ketiga nanti bulan Agustus (doain bisa lengkap yah…). Pada vaksin pertama memang sempat merasa panas badan naik setelah vaksin. Saya pikir itu akibat vaksinnya ternyata pada saat itu saya kena gangguan pencernaan karena pada vaksin ke-2 tidak ada efek samping panas lagi. Sejauh ini setelah vaksin tidak ada perubahan apapun yang terjadi haid tetap lancar seperti biasa.
Sayangnya vaksin HPV tergolong masih mahal ditawarkan mulai dari 750.000-1,5 juta/satu kali suntik jadi kita harus mengeluarkan biaya total sekitar 2-5-4,5 juta. Adapun keputusan untuk melakukan vaksin kembali kepada diri kita masing-masing yang menilai manfaatnya dan kepentingannya.
yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan, pola seks yang baik, benar dan jangan berganti-ganti pasangan. Beberapa catatan yang bisa diperhatikan oleh kawan-kawan wanita adalah sebagai berikut:
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MENCEGAH:
1. Jangan melakukan hubungan seksual sebelum memastikan pasangan Anda sehat.
2. Selalu jaga kebersihan (maaf: alat kelamin)
3. Jangan duduk sembarangan kalo pake rok mini, celana pendek, atau pakaian lain yang tidak menutupi kulit area paha (maaf: deket kelamin)
4. Jangan tuker-tukeran pakaian dalam
5. Jangan duduk di dudukan WC toilet umum, atau memakai air tampungan yang ada
6. Bagi yang sudah pernah melakukan hub intim, test pap smear secara rutin (1x setahun untuk usia di bwh 30 thn, 2x setahun untuk usia di atas 30 tahun). Tujuannya biar kalo ada sel-sel abnormal/kanker di area leher rahim, bisa segera ketahuan.
7. Bagi para pria disarankan sunat dan jaga kebersihannya, jangan biarkan para wanita jadi korban.
salam hidup sehat!